persinas maut
Thursday, 16 January 2014
Tujuh Perguruan Silat Ikrar Bersama di Puncak Lawu
Dalam rangka mewujudkan Guyub Rukun sesama perguruan silat di Madiun, jajaran Kepolisian Resta Madiun mengadakan event “Kampung Pesilat Adventure”. Acara pendakian Puncak Lawu dengan ketinggian 3.265 m dpl diikuti 7 perguruan silat terbesar di kampung pesilat Madiun, yaitu PSHT Teratai, PSHW Tunas Muda Winongo, IKS PI Kera Sakti, IKS Pro Patria, dan Persinas ASAD. Persaudaraan Rasa Tunggal dan Pandan Alas dan diikuti aparat dari Kepolisian dan TNI serta awak media.
Acara yang bertemakan “Rukun Agawe Santoso, Ajaran Satrio Utomo“ ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Madiun AKBP Anom Wibowo dan Komandan Kodim 0803 Letkol Inf Tamba Tua.
Gebrakan Kapolresta Madiun dalam Kampung Pesilat Adventure ini bertujuan untuk merangkul semua perguruan silat di Madiun dalam rangka mewujudkan kampung silat yang aman, tentram dan damai, karena disinyalir sejumlah kasus yang ditangani Kepolisian terindikasi melibatkan sejumlah oknum pesilat.
Kapolres berpesan dalam pendakian ini sesama pesilat harus saling bekerja sama, bahu membahu jika ada yang mengalami kesulitan selama dalam pendakian sesama pesilat agar saling kerja sama, saling kenal mengenal antara kelompok satu dengan lainnya tanpa membedakan asal usul perguruan dan pangkat.
Tuesday, 17 September 2013
Persinas ASAD Tampil dalam 2nd Congress of Indonesian Diaspora 2013
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengadakan The 2nd Congress of Indonesian Diaspora pada tanggal 18-20 Agustus 2013. Acara yang berlokasi di JCC (Jakarta Convention Center) ini memiliki tujuan untuk memperluas wawasan ke-Indonesia-an sekaligus mempererat konektivitas sesama anak bangsa yang berada di luar Indonesia.
Apa yang diharapkan pihak Kemenlu RI dari kegiatan ini adalah agar para warga negara Republik Indonesia yang saat ini tinggal di luar negeri, bisa “pulang kampung” sejenak dan lebih mendalami berbagai unsur budaya bangsa sekaligus dapat menjadi duta budaya di lingkungan tempat mereka tinggal nantinya.
Dari berbagai kegiatan yang ditampilkan, Persinas ASAD ditunjuk menjadi Duta Budaya Indonesia di bidang budaya Pencak Silat. Dengan perpaduan penampilan pesilat lawas dan pesilat cilik, Persinas ASAD menampilkan jurus dan kembangan eksebisi yang sangat memukau para undangan yang datang dari berbagai penjuru dunia pada sesi Public Forum “Pencak Silat For The World” di Cendrawasih Room Jakarta Convention Center, Minggu (18/8/13).
Meski relatif termasuk Perguruan Pencak Silat yang masih “muda belia”, rupanya Persinas ASAD tetap dipercaya untuk tampil didepan, sebagai duta Pencak Silat Indonesia di forum-forum berskala nasional maupun internasional, sebagaimana yang terjadi di kongres Indonesian Diaspora 2013 ini. Bravo Persinas ASAD.//** (G)
sumber: asaddki.com
Saturday, 13 July 2013
Jatim Juara Umum Pospenas VI Gorontalo
Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) ke VI yang di selenggarakan di Gorontalo sejak Senin (24/6) akhirnya ditutup, Ahad (30/6) malam.
Acara seremonial penuntupan Pospenas ke VI ini dibarengi dengan penyerahan uang pembinaan Juara umum bagi Kontingen asal Jawa Timur.
Sekretaris Pospenas VI Gorontalo, Mamat S. Burhanuddin mengatakan, Jatim menduduki posisi puncak di Pospenas VI. Posisi ini setelah menyingkirkan kontingen terkuat lainnya dari wilayah Jawa Tengah (Jateng). "Jatim berhasil menggondol 22 emas, disusul Jateng dengan 14 emas," katanya, Ahad (30/6) malam.
Sedangkan, kontingen Jawa Barat memperoleh 9 emas, Sumatera Selatan 6 emas, dan Lampung 6 medali emas. Sebelumnya posisi puncak perolehan emas Pospenas VI sempat saling kejar antara kontingen Jatim dan Jateng jelang selesainya semua pertandingan, Sabtu (29/6). "Dengan demikian kontingen asal Jatim berhasil memperoleh medali paling banyak dan berhak diposisi juara umum dalam Pospenas VI," tuturnya.
Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Sudjak usai menerima tropy bergilir Pospenas VI mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh atlet kontingen Jawa Timur. "Kita cukup senang, sebagai pemenang pada Pospenas sebelumnya dan juara umum Pospenas kali ini. Saya ucapkan terima kasih kepada para santri seluruh Jatim," pujinya.
Menteri Agama, Suryadharma Ali dalam sambutan penutupan Pospenas ke VI di Gorontalo mengingatkan pentingnya olahraga dan seni membangun karakter bangsa. Menag mengatakan, olahraga memperkuat fisik dan seni mempertajam hati dan rasa santri. Dengan perpaduan dua ini santri memiliki kekuatan dan rasa yang sangat peka dan ketajaman hati.
"Fisik yang kuat dan ketajaman rasa dan hati inilah yang dibutuhkan umat Islam sekarang, dimana santri sebagai ujung tombak generasi muda Islam," tutur Menag. Suryadharma juga berharap, dari Pospenas ke VI ini kembali lahir olahragawan dan seniman unggul dari Pondok Pesantren. Untuk mendukung hal itu, Menag berjanji akan meningkatkan fasilitas olahraga dan seni di beberapa pesantren unggulan di beberapa daerah.
Hasil kejuaran yang masuk dalam 10 besar perolehan medali, diumumkan Sekjen Panjatapnas, yakni 1) Jawa Timur: 22 Emas, 6 Perak, dan 4 Perunggu, 2) Jawa Tengah: 14 Emas, 6 Perak, dan 11 Perunggu, 3) Jawa Barat: 9 Emas; 5 Perak, dan 8 Perunggu, 4) Sumatera Selatan: 6 Emas, 7 Perak, 8 Perunggu, 5) Lampung: 6 Emas; 3 Perak; 3 Perunggu, 6) Sumatera Barat: 5 Emas, 2 Perak, 2 Perunggu, 7) Sumatera Utara: 4 Emas, 7 Perak, 3 Perunggu, 8) D.I. Yogyakarta: 4 Emas, 3 Perak, 7 Perunggu, 9) Kalimantan Timur: 4 Emas, 9 Perak; 7 Perunggu, 10) Banten: 3 Emas, 9 Perak, 7 Perunggu. Sementara kontingen tuan rumah Provinsi Gorontalo berada urutan ke-15 dari 33 Provinsi yang ikut Pospenas tahun ini, dengan perolehan medali 1 Emas, 4 Perak dan 9 Perunggu.
Saturday, 15 June 2013
INDONESIA JUARA UMUM PENCAK SILAT SEA GAMES 2011
Pesilat
Indonesia Zakki, Exa dan Muqit saat menerimamedali emas di nomor seni beladiri
tim putra pencak silat Sea Games XXVI/2011
Dengan sembilan emas, lima perak,
dan dua perunggu
Indonesia resmi menjadi juara umum dalam cabang Pencak Silat dengan perolehan medali emas melebihi target yang telah ditetapkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia dalam SEA Games ke-26 2011 yang berlangsung di Jakarta.
Indonesia menempati puncak perolehan medali dalam cabang pencak silat dengan sembilan emas, lima perak, dan dua perunggu. Vietnam menyusul dengan mengumpulkan enam emas, tujuh perak, dan lima perunggu. Malaysia di urutan ketiga dengan tiga emas, satu perak dan tujuh perunggu.
Emas Indonesia disumbangkan dari nomor seni dengan enam emas, tiga diantaranya sumbangkan dari Kategori Seni Beregu putra dari PERSINAS ASAD, mereka adalah Pesilat Zakki, Exa dan Muqit.
Indonesia resmi menjadi juara umum dalam cabang Pencak Silat dengan perolehan medali emas melebihi target yang telah ditetapkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia dalam SEA Games ke-26 2011 yang berlangsung di Jakarta.
Indonesia menempati puncak perolehan medali dalam cabang pencak silat dengan sembilan emas, lima perak, dan dua perunggu. Vietnam menyusul dengan mengumpulkan enam emas, tujuh perak, dan lima perunggu. Malaysia di urutan ketiga dengan tiga emas, satu perak dan tujuh perunggu.
Emas Indonesia disumbangkan dari nomor seni dengan enam emas, tiga diantaranya sumbangkan dari Kategori Seni Beregu putra dari PERSINAS ASAD, mereka adalah Pesilat Zakki, Exa dan Muqit.
Medali emas Indonesia yang diperoleh hari ini dari nomor tanding disumbangkan oleh Dian Kristanto, Amelia Roring, dan Rosmayani. Sementara Tuti Trisnayanti, Sapto Purnomo, Mariati, Sofani Rakhmawati, dan Pranoto menyumbang perak. Sedangkan untuk medali perunggu disumbangkan oleh Deny Aprisani dan M. Ichsan Nur Romad.
"Kita sangat bersyukur bisa melebihi target dari tujuh emas kita dapat sembilan emas. Tapi memang kita lebih unggul di nomor seni, sedangkan di nomor tanding Vietnam lebih unggul," kata Maryanto, kepala pelatih Pencak Silat Indonesia di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Ia menambahkan, dari 10 tahun
terakhir, ini kali pertama Indonesia meraih juara umum dalam cabang Pencak
Silat di ajang Sea Games.
Kejuaraan Pencak Silat " Walikota Cup VII" Tahun 2010
Dalam rangka pencarian bibit atlit
pencak silat, IPSI Kota Malang mengadakan kejuaraan cabang yang selanjutnya
disebut sebagai “Walikota Cup IX” tahun 2010 yang bertempat di Araya Golf and
Family Club pada tanggal 28 – 30 Mei 2010. Terdapat sebanyak 20 perguruan
pencak silat yang diundang dalam kejuaraan kali ini. Namun hanya sekitar 14
perguruan pencak silat yang berpartisipasi dan salah satunya adalah Ikatan
Pencak Silat Persinas Asad, dalam kejuaraan ini Persinas Asad turun dalam semua
kelas dengan didampingi seorang Manager, Rozak dan seorang pelatih + official,
Santoso. Walikota Cup IX ini adalah kejuaraan dengan kategori usia remaja terbatas.
Adapun jenis yang dilombakan dalam pertandingan ini adalah tanding dan seni.
Tim
Persinas Dominasi Final
Sampai hari kedua yang sudah masuk babak final, Pesilat
dari Persinas Asad Kofani shobirin di kelas A putra menghadapi pesilat Awad
dari Tapak Suci, juga dua pesilat asal Persinas yang sama-sama malaju ke final
setelah Guntur dinyatakan menang mudah atas Ainur Rofieq dari Perisai Putih.akan
berhadapan dengan Yusuf Nasuha yang kemarin menang telak atas Taufig dari Pager
Nusa.
Sedangkan dikelas B salah satu wakil
dari Persinas Asad Yusuf Abdul Azis Maju ke Final setelah menang mudah atas
Abdul dari Tapak Suci dengan skor 5-0. Di final Yusuf akan berhadapan dengan
Wahyudi dari Perisai Diri setelah mengalahkan Yusron dari pager Nusa dengan
skor yang sama yaitu 5-0.
Pada kelas D remaja wakil dari
Persinas Asad arif Rahmad Dani juga melaju ke final setelah menang mudah atas
Ismail dari Tapak Suci dengan skor 5-0, Arif di final akan bertarung dengan
Agus M yang juga dari Persinas Asad setelah menjegal Sidqi dari Perisai diri, ada
kabar gak enaknya pesilat Persinas Asad yang berlaga di kelas E Bara, hanya
bisa sampai di semifilal setelah dikalahkan Fahruzi dari perguruan Pager Nusa.
Dengan demikian tiga medali emas
sekaligus sudah dapat dipastikan akan didapatkan oleh Persinas asad.
Persinas
Asad Pastikan Juara Umum
Persinas Asad akhirnya menutup
rangkaian kejuaraan Walikota CUP 2010 dengan raihan gelar juara umum.Gelar ini
diperoleh setelah meloloskan beberapa atlitnya ke final. Pada kelas A bertemu
atlit sesama Persinas yaitu Guntur berhadapan dengan Yusuf Nasuha yang akhirnya
di menangkan olek Yusuf Nasuha, di kelas B persinas juga masuk final yang
diwakili oleh Yusuf Abdul Aziz bertarung dengan Wahyudi dari perguruan Perisai
Diri dan dimenangkan oleh Yusuf dengan menang telak dengan skor 5:0. Demikian
juga di kelas D Persinas meloloskan dua atlitnya sekaligus yaitu Arif dan Agus
maju ke final dan dimenangkan oleh Arif Dengan demikian Persinas mampu
mempertahankan juara umum untuk yang ke empat kali. Selamaaaaat
Gambar
Ketika Menerima Piala Bergilir Sebagai Juara Umum
Dari hasil pertandingan walikota cup
ini, pesilat yang keluar sebagai juara, rencananya akan mendapat surat
panggilan dari IPSI Kota Malang untuk mengikuti Puslatcab sebagai pelatihan berkala
yang selanjutnya akan diseleksi kembali untuk mewakili Kota Malang dalam ajang
PORPROV 2010. (sisc@)
Tuesday, 11 June 2013
Kejuaraan Pencak Silat "Antar Pelajar" Walikota Malang Cup se-Kota Malang 2012
Persinas
ASAD Juara Umum "Antarpelajar" 2012
Tim Persinas Asad
Malang berhasil meraih juara umum dalam Kejuaraan pencak silat remaja 2012 yang
berakhir di GKB kampus Universitas Negeri Malang, Minggu (26/2).
Persinas ASAD
mengoleksi 7 medali emas, 4 medali perak, 7 medali perunggu.
Pengurus IPSI Kota Malang pada tanggal
23-26 Februari 2012 mengadakan Kejuaraan pencak silat "antar pelajar"
Walikota Malang Cup se-Kota Malang.
Dalam kejuaraan yang diadakan di GKB
Universitas Negeri Malang ini Persinas Asad berhasil menyabet 7 medali emas, 4
medali perunggu dan 7 medali perak, sekaligus memperoleh predikat
juara umum.
Masing-masing medali dipersembahkan
oleh:
M. Khunaini, Farid, Wisesa (kategori
tanding kelas remaja, emas).Untuk Saef Amir, Hashfi, A. Aufar, Saga Idam
(Kategori tanding, kelas pra remaja emas)
Sedangkan 4 medali perunggu
dipersembahkan oleh Faldi Aulia, Dikki Ardian (kategori tanding kelas remaja)
sedangkan Dimas, Ubaid choiri ( kategori tanding, kelas pra remaja).
Sementara untuk 7 medali perak diraih
oleh Ufi Abdul Majid, Dikki Ardian (ketegori tanding kelas remaja), Bima Arya,
Rizal. A, Alif Dio Pratama, Dimas (ketegori tanding, kelas Pra remaja), dan
salah satu perunggu dipersembahkan oleh atlit usia dini yang bernama A. Aufar
(sisc@)
Subscribe to:
Posts (Atom)





